Minggu, 25 November 2018

Pengertia p3k



pertolongan pertama yaitu orang yang pertama memberikan bantuan atau pertolongan pada orang yang terkena kecelakaan.

                   

Alat-alat yang di perlukan dalam p3k yaitu kapas, obat betadin, kasa, plester.

kemudian kalau misalkan orang yang terkena kecelakaan itu terkena pendarahan pada anggota badannya usahakan orang yang pertama melakukan pertolongan harus memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu dengan di periksa PLNBnya terlebih dahulu

Pengertian P3K adalah bantuan yang dilakukan dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke rujukan, sedangkan Pertolongan Pertama (PP) adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/ kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar, yaitu suatu tindakan perawatan yang didasarkan pada kaidah ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh orang awam khusus yang dilatih memberikan pertolongan pertama.

Bisa anda lihat perbedaan arti dari P3K dan PP? Tapi yang selalu muncul dalam benak seorang Fasilitator, pelatih atau instruktur PP mengungkap perbedaan antara P3K dengan PP adalah di dalam P3K terdapat kata Kecelakaan sehingga penekanan seorang Fasilitator PP bahwa P3K itu di pakai jika hanya terjadi kecelakaan, namun pemahaman masyarakat tentang P3K itu luas, bahkan mengartikan kata kecelakaan itu juga luas sekali. Arti kecelakaan adalah suatu kejadian diluar kemampuan manusia yang terjadi dalam sekejap yang dapat menyebabkan gangguan pada jasmani maupun rohani bahkan bisa menyebabkan kematian.

Sedangkan didalam PP ada kata ”Medis Dasar”, bahwa ilmu PP itu merupakan dasar-dasar kaidah ilmu kedokteran, sedangkan dalam masyarakat umum, untuk memahami secara mendalam makna kata P3K dan PP, sedang yang ada dalam benak masyarakat adalah bagaimana cara menolong orang yang butuh pertolongan, sedang saat ini banyak para pelatih PP yang dengan gencar-gencarnya mensosialisasikan materi PP dengan membedakan PP dengan P3K, bahkan kadang substansinya terlalu jauh dari apa yang diharapkan masyarakat.


Sebelum melakukan penyelamatan, kita harus yakin maksud dan tujuan dari P3K itu sendiri. pertolongan pertama adalah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang sakit secara mendadak atau orang yang mendapat kecelakaan, di jalan maupun di dalam rumah sebelum mendapat pertolongan oleh dokter atau tenaga medis yang berwenang.

I. Definisi P3K

Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Ini berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian.

II. TUJUAN P3K

Tujuan dari P3K adalah sebagai berikut:

a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian

Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban

Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu

Mencari dan mengatasi pendarahan

b. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)

Mengadakan diagnose

Menangani korban dengan prioritas yang logis

Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.

c. Menunjang penyembuhan

Mengurangi rasa sakit dan rasa takut

Mencegah infeksi

Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat

III. PRINSIP P3K

Beberapa prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K apabila menghadapi kejadian kecelakaan adalah sebagai berikut:

a. Bersikaplah tenang, jangan pernah panik. Anda diharapakan menjadi penolong bukan pembunuh atau menjadi korban selanjutnya (ditolong)

b. Gunakan mata dengan jeli, kuatkan hatimu karna anda harus tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit kesakitan untuk keselamatannya, lakukan gerakan dengan tangkas dan tepat tanpa menambah kerusakan.

c. Perhatikan keadaan sekitar kecelakaan, cara terjadinya kecelakaan, cuaca dll

d. Perhatikan keadaan penderita apakah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang, merasa sangat kesakitan dll

e. Periksa pernafasan korban. Kalau tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu berikan pernafasan bantuan (A, B = Airway, Breathing management)

f. Periksa nadi atau denyut jantung korban. Kalau jantung berhenti, lakukan pijat jantung luar. Kalau ada perdarahan berat segera hentikan (C = Circulatory management)

g. Apakah penderita Shock? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya

h. Setelah A, B, dan C stabil, periksa ulang cedera penyebab atau penyerta. Kalau ada patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah, Jangan buru-buru memindahkan atau membawa ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang yang patah dibidai.

i. Sementara memberikan pertolongan, anda juga harus menghubungi petugas medis atau rumah sakit terdekat.

IV. PRIORITAS PERTOLONGAN

Ada beberapa prioritas utama yang harus dilakukan oleh penolong dalam menolong korban yaitu:

a. Henti napas

b. Henti jantung

c. Pendarahan berat

d. Shock

e. Ketidak sadaran

f. Pendaraahan ringan

g. Patah tulang atau cedera lain

V. TINDAKAN PERTAMA SAAT MENEMUKAN KORBAN

a. Pastikan ABC korban telah stabil, kalau perlu lakukan RJP

b. Mengadakan diagnosa (mendapatkan informasi tentang keadaan korban)

1. Riwayat

Yaitu cerita tentang bagaimana insiden itu terjadi, bagaimana cedera atau penyakit yang didera. Tanyakan kepada korban bila sadar dan atau saksi mata.

2. Petunjuk luar

Semua petunjuk yang mungkin ada pada korban seperti catatan medis korban, obat-obatan yang dibawa korban

3. Keluhan

Adalah sesuatu yang dirasakan atau dialami atau dijelaskan oleh korban seperti mual, nyeri panas, dingin atau lemah. Hal itu harus ditanyakan dan dicocokkan dengan diagnose lainnya

4. Gejala

Adalah rincian dari pengamatan yang anda lihat, cium dan raba dalam suatu pemeriksaan korban (pemeriksaan dari ujung rambut sampai ujung kaki)

c. Melakukan pertolongan dan perawatan terhadap hasil diagnosa diatas sesuai dengan prioritas pertolongan.

VI. KELUHAN DAN GEJALA PENYAKIT ATAU DERITA

a. Keluhan yang mungkin diungkapkan korban:

Misalnya: nyeri, takut, panas, tidak dapat mendengar secara normal, hilang penginderaan, penginderaan abnormal, haus, mual, perih, mau pingsan, kaku, tidak sadar sebentar, lemah, gangguan daya ingat, pening, tulang terasa patah.

b. Gejala yang mungkin dilihat (ekspresi):

Misalnya: Cemas dan nyeri, gerakan dada abnormal, berkeringat, luka, pendarahan dari liang tubuh, bereaksi bila disentuh, bereaksi atas ucapan, lebam, warna kulit abnormal, kejang otot, bengkak deformitas (kelainan bentuk), benda asing, bekas suntikan, bekas gigitan, bekas muntahan, dll.

c. Gejala yang didapatkan dari perabaan:

Misalya: lembab, suhu tubuh abnormal, nyeri dan luka lunak bila disentuh, pembengkakan, deformitas (perubahan bentuk ke yang buruk), ujung-ujung tulang bergeser.

d. Gejala yang mungkin didengar:

Misalnya: napas bising atau sesak, rintihan, suara hisapan, bereaksi bila disentuh, reaksi atas ucapan.

e. Gejala yang mungkin dicium:

Misalnya: Aseton, alcohol, gas atau uap, asap atau terbakar.

VII. TINDAKAN DAN PERAWATAN LANJUTAN

Tindakan dan perawatan lanjutan ini tergantung kepada penilaian anda terhadap kondisi korban, anda biasa:

a. Membawa korban ke tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat

b. Menghubungi rumah sakit atau pihak berwewenang

c. Mengatur evakuasi dan transportasi korban ke rumah sakit

d. Menghubungi keluarga korban

e. Mengijinkan korban pulang

VIII. PERTOLONGAN DAN PERAWATAN KORBAN

A. KELAINAN JALAN NAPAS DAN PERNAPASAN

1. Tersendak

Gejala : a. Kesulitan bicara dan bernapas (biasa henti napas)

b. Kulit biru (sianosis) dan biasanya memegang leher

Tujuan : Mengeluarkan benda yang menyumbat dan memulihkan pernapasan.

Tindakan : # Pada orang dewasa

a. Korban ditenangkan dan suruh batuk bila sadar

b. Bungkukkan badan dan pukul punggung

c. Bila tidak berhasil lakukan hentakan perut

d. Bila tidak berhasil kombinasikan antara keduannya

# Pada korban anak-anak dan bayi dilakukan pukulan punggung saja jika tidak berhasil lakukan RJP.

2. Tenggelam

Tujuan : Mencegah dan mengatasi kekurangan oksigen di dalam darah

Tindakan : a. Ketika mengangkat korban kepala harus lebih rendah dari badan, ini bertujuan untuk mengurangi resiko menghirup air.

b. Baringkan korban pada tempat yang hangat (atasi Hipothermia) dan siap-siap untuk RJP

3. Menghirup gas

Tujuan : Memulihkan pernapasan

Tindakan : a. Singkirkan korban dari bahaya dan bawa ketempat yang berudara segar

b. Berikan oksigen bila ada

c. Tetapkan bersama korban, periksa napas, nadi, dan tingkat reaksinya setiap 10 menit.

4. Asthma

yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.

Gejala : a. Sesak napas, ditandai fase ekspirasi yang memanjang

b. Suara mencicit ketika menghirup napas

c. Tegang dan cepat, korban susah diajak bicara, banyak berbisik

d. Kulit membiru (sianosis)

e. Kesadaran menurun (gelisah/meracau)

f. Pada serangan berat usaha untuk bernapas dapat menyebabkan kelelahan hebat

g. Otot bantu napas di leher terlihat menonjol

Tujuan : Melegakan pernapasan

Tindakan : a. Tenangkan korban

b. Dudukkan pasien bersandar ke depan dengan posisi ½ duduk dan istirahat sambil berpegangan. Pastikan pasien cukup mendapat udara segar

c. Suruh pasien untuk mengatur napasnya

d. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan

e. Bila pasien mempunyai obat, suruh ia menggunakannya / meminumnya

B. GANGGUAN SIRKULASI

1. Shock

Gejala : a. Lemah dan pening

b. Mual dan mungkin muntah dan haus

c. Napas cepat dan dangkal

d. Nadi cepat dan tidak teratur

Tujuan : a. Mengenali tanda-tanda shock

b. Menangani penyebabnya bila jelas

c. Memperbaiki suplai darah ke otak, jantung ydan paru-paru

Tindakan : a. Atasi setiap penyebab shock yang mungkin dapat anda tangani

b. Pasien dibaringkan dengan posisi kepala harus lebih rendah

c. Kaki ditinggikan dan ditopang. Hati-hati kalau anda menduga ada patah tulang

d. Longgarkan pakaian yang mengikat agar tekanan pada keher, dada, dan punggang berkurang

e. Pasien diselimuti agar tidak kedinginan

f. Periksa dan catat pernapasan, nadi dan tingkat reaksi tiap 10 menit

2. Pingsan

yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea

Gejala : a. Perasaan limbung

b. Menguap berlebihan

c. Pandangan berkunang-kunang

d. Telinga berdenging

e. Nafas tidak teratur

f. Muka pucat

g. Biji mata melebar

h. Lemas

i. Keringat dingin

j. Tak respon (beberapa menit)

k. Denyut nadi lambat

Tujuan : Memperbaiki aliran darah ke otak, menenangkan dan menyamakan korban setelah sadar

Tindakan : a. Pasien dibaringkan dengan posisi kaki di tinggikan dan ditopang

b. Baringkan korban dalam posisi terlentang

c. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung

d. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan

e. Beri udara segar

f. Periksa kemungkinan cedera lain

g. Selimuti korban

h. Korban diistirahatkan beberapa saat

i. Bila tak segera sadar , periksa nafas dan nadi, posisi stabil, Rujuk ke instansi kesehatan

3. Luka

yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.

Jenis-jenis luka : a. Luka sayat

b. Laserasi (Luka robek)

c. Abrasi (luka lecet)

d. Kontusi (Memar)

e. Luka tembus

f. Luka tembak

Tindakan : a. Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)

b. Tutup luka dengan kasa steril/plester

c. Balut tekan (jika pendarahannya besar)

d. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:

a. Anda harus memperhatikan dan mengecek apakah ada benda asing pada luka, bila ada:

Keluarkan tanpa menyinggung luka

Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)

Evakuasi korban ke pusat kesehatan

b. Bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika di buang maka luka akan berdarah lagi.

4. Pendarahan

yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja.

Jenis-jenis Pendarahan : a. Pendarahan arteri

b. Pendarahan vena

c. Pendarahan Kaliper

Prinsip dasar pertolongan pada pendarahan adalah tekan, tinggikan, tinggikan, tekan pembuluh darah dan tenangkan korban serta balut bila perlu (5T), kita juga bisa meneteskan betadine pada bagian yang luka supaya darah terhenti dan tidak terinfeksi

5. Pendarahan Luar Yang Hebat

Tujuan : a. Mengatasi pendarahan

b. Mengatasi shock

c. Mengurangi resiko infeksi

Tindakan : a. Pakaian dilepas atau digulung supaya luka terlihat

b. Tekan luka secara langsung dengan jari atau telapak tangan anda, sebaiknya dengan perban steril atau bantalan kain bersih

c. Anggota tubuh yang luka ditinggikan sampai diatas jantung, ditopang dan dipegangi secara hati-hati kalau ada patah tulang

d. Baringkan korban agar aliran darah ke daerah luka lebih lambat untuk mencegah infeksi

e. Biarkan bantalan semula pada tempatnya. Tutupi dengan perban steril. Balut dengan ketat tapi jangan terlalu keras agar tidak menghambat sirkulasi.

f. Bagian yang terluka ditopang seperti pada patah tulang.

6. Pendarahan Dalam

Tujuan : Mengatasi endarahan dan mengatasi shock

Tindakan : a. Korban dibaringkan telentang, kaki ditinggikan dan ditopang

b. korban diselimuti aga5r tidak kedinginan. Periksa dan catat pernapasan, nadi dan reaksinya setiap 10 menit

c. Catat jenis, jumlah dan sumber darah yang keluar dari ling tubuh. Bila mungkin, kirim sampelnya ke rumah sakit bersama korban.

7. Mimisan

yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin/kelelahan/benturan).

Gejala : a. Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri

b. Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah

c. Kadan


Pengertian Softball

Softball adalah adalah satu jenis permainan olah raga yang dimainkan secara beregu yang terdiri atas 2 tim. Masing-masing tim berjumlah 9 orang dan dipimpin oleh satu kapten. Softball merupakan perkembangan dari olahraga sejenis, yakni baseball (bisbol) atau hardball.

Permainan softball berasal dari Amerika Serikat dan diciptakan oleh George Hancock pada tahun 1887 di kota Chicago. Diameter bola softball adalah 28-30,5 cm. Dalam permainan softball, terdapat sebuah regu yang berjaga (defense) dan tim yang memukul (offense).

Cara memainkannya adalah bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan yang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Tiap tim berlomba untuk mengumpulkan angka atau run dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari sampai menyentuh marka yang terakhir yang disebut dengan home plate.

Tim atau regu yang berhasil mencetak angka atau run terbanyak dalam inning yang telah ditentukan adalah pemenangnya. Durasi atau lamanya permainan softball adalah 7 inning atau selama waktu 2 jam. Permainan softball minimal membutuhkan satu sampai tujuh

Lapangan Softball

Lapangan softball memiliki bentuk bujur sangkar. Lapangan softball dibagi menjadi 2 daerah, yaitu daerah fair (fair territory) dan daerah foul (foul territory). Daerah fair ini kemudian dibagi menjadi 2 bagian, yakni bagian dalam (Infield), dan bagian luar (outfield).

Di dalam daerah dalam terdapat 4 marka (base), setiap marka ini kemudian diberi nomor berlawanan dengan arah jarum jam, dimulai dari marka awal yang disebut home plate, diteruskan dengan marka pertama, marka kedua dan marka ketiga. Marka berbentuk bujur sangkar dengan sisi 38 cm (15 inci) yang dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah. Sudut dari keempat marka membentuk bentuk empat persegi yang disebut dengan berlian (diamond). Di belakang home plate terdapat batasan yang disebut backstop sejauh 7,62 dan 9,14 meter.            


Pengertian Olahraga Renang

Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan olahraga renang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.

Iklan (Tutup KI!k 2x)


Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan orang di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, di danau, dan di laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.

Sejarah Olahraga Renang

Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).

Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan.

Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.

4 Gaya Renang

Ketika anda mengamati orang yang sedang berenang, mereka menggunakan berbagai teknik dan gaya dalam berenang. Secara umum, gaya renang ada 4, yaitu renang gaya dada, renang gaya punggung, renang gaya bebas, dan renang gaya kupu-kupu. Sedangkan aya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah renang gaya kupu-kupu, renang gaya punggung, renang gaya dada, dan renang gaya bebas.

Iklan (Tutup KI!k 2x)


Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.

1. Renang Gaya bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.

2. Renang Gaya dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap.

Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.

3. Renang Gaya punggung
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.

Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.




Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam. Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas

4. Renang Gaya kupu-kupu
Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.

Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas.

Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar